Menlu AS Marco Rubio(Media Sosial X)
AMERIKA Serikat dan Ukraina menyebut pembicaraan mengenai rencana Washington untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina berlangsung “produktif”. Namun kedua pihak mengingatkan negosiasi tingkat tinggi tersebut masih jauh dari kata selesai.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Seorang sumber dari delegasi Kyiv juga menggambarkan proses diskusi sebagai “tidak mudah”.
Pertemuan di Florida ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer dan politik terhadap Kyiv, ditambah dampak skandal korupsi yang mengguncang pemerintahan Ukraina. Washington tengah mendorong finalisasi rencana penghentian perang yang hampir memasuki tahun keempat, dan memerlukan persetujuan dari Moskow maupun Kyiv.
“Tadi kami menggelar sesi yang sangat produktif, melanjutkan pertemuan di Jenewa dan perkembangan minggu ini,” ujar Rubio. “Namun masih banyak yang harus dikerjakan. Ini rumit, banyak bagian yang bergerak, dan jelas ada pihak lain yang juga harus terlibat dalam kesepakatan ini.”
Pembicaraan tersebut juga dihadiri utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner. Witkoff dijadwalkan berangkat ke Moskow akhir pekan ini untuk membahas rencana tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Delegasi Ukraina dipimpin Sekretaris Dewan Keamanan Rustem Umerov, didampingi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Andrii Hnatov dan penasihat presiden Oleksandr Bevz. Menurut Umerov, pembicaraan di Florida berlangsung “produktif dan sukses”.
Namun seorang sumber yang dekat dengan delegasi Kyiv menyebut proses perumusan kesepakatan masih sulit, terutama soal penyusunan bahasa terkait wilayah sengketa. “Amerika sangat ingin poin-poin final disepakati sebelum pembicaraan di Moskow,” ujarnya.
Negosiasi ini berlangsung ketika Presiden Volodymyr Zelensky berada di tengah turbulensi politik setelah memecat Kepala Staf dan negosiator utamanya, Andriy Yermak. Pemecatan itu menyusul pengungkapan skandal korupsi besar pada Jumat.
Sebelumnya, rancangan awal proposal AS berisi 28 poin yang disusun tanpa masukan sekutu Eropa. Draf itu mencantumkan penarikan pasukan Ukraina dari Donetsk dan pengakuan de facto AS terhadap Donetsk, Krimea, dan Lugansk sebagai wilayah Rusia. Setelah kritik dari Kyiv dan Eropa, proposal tersebut direvisi, namun isi terbaru belum diungkap.
Setelah pertemuan Florida, Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menerima Zelensky di Paris pada Senin. Sementara itu, Rubio dipastikan tidak hadir pada pertemuan Menlu NATO di Brussel, meski terdapat kekhawatiran sekutu mengenai rencana Washington.
Di lapangan, serangan Rusia kembali menargetkan Kyiv dan sekitarnya dua malam berturut-turut. Sebuah serangan drone di pinggiran Kyiv menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya. Sumber keamanan Ukraina juga menyebut negaranya berada di balik serangan terhadap dua kapal tanker di Laut Hitam yang diduga membawa minyak Rusia yang terkena sanksi.
Terminal minyak besar Rusia yang dioperasikan Caspian Pipeline Consortium terpaksa menghentikan operasi setelah serangan drone dan menyebut insiden itu sebagai “serangan teroris”. (AFP/Z-2)
.png)
55 minutes ago
2





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399871/original/087136600_1762030910-Real_Madrid_s_Kylian_Mbappe__centre_left__celebrates_with_Eder_Militao_valencia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399867/original/092098400_1762030524-AP25305750064045.jpg)













