Istanbul (ANTARA) - Wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel tengah mengalami krisis kemanusiaan paling parah sejak 1967, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan pada Jumat, dengan menyoroti pengungsian massal dan kerusakan luas di kamp-kamp pengungsi akibat operasi militer Israel.
Dalam pernyataan di platform media sosial X, Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan sekitar 33.000 orang masih terusir secara paksa dari kamp-kamp pengungsi di wilayah utara, satu tahun setelah Israel meluncurkan operasi yang disebut “Iron Wall”.
“Pasukan Israel terus meratakan sebagian besar area kamp, sehingga semakin memperkecil peluang komunitas tersebut untuk pulih,” ujarnya.
Lazzarini menyebut tim UNRWA saat ini membantu para pengungsi Palestina yang baru terusir dan semakin terjerumus ke dalam kemiskinan, tanpa alternatif yang layak untuk mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.
Ia menegaskan bahwa kemampuan UNRWA untuk melanjutkan operasionalnya sangat bergantung pada dukungan politik dan finansial yang berkelanjutan dari negara-negara anggota.
Sejak melancarkan agresi di Jalur Gaza pada Oktober 2023, Israel dilaporkan meningkatkan tindakan untuk mencaplok Tepi Barat, terutama melalui pembongkaran rumah, pengusiran warga Palestina, dan perluasan permukiman, menurut otoritas Palestina.
Sejak saat itu, pasukan Israel dan pemukim ilegal telah menewaskan sedikitnya 1.108 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta melukai hampir 11.000 orang dan menahan sekitar 21.000 lainnya.
Secara terpisah, pemukim ilegal Israel, Jumat, dilaporkan merusak sebuah masjid di Tepi Barat bagian utara, dalam rangkaian serangan terbaru terhadap tempat ibadah dan properti milik warga Palestina.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengutip Koordinator Pertahanan Lahan setempat Thaer Hanani yang menyebut pemukim ilegal menyerbu Masjid Beit al-Sheikh di wilayah Khirbet Tana, sebelah timur Nablus. Mereka merusak isi masjid dan memaksa jamaah melaksanakan salat Jumat di luar ruangan.
Hanani juga mengatakan para pemukim menghancurkan pagar kebun agar ternak dapat digembalakan, yang menyebabkan kerusakan pada pohon zaitun milik warga Palestina.
Ia menilai serangan tersebut merupakan bagian dari aksi berulang untuk mencegah warga kembali ke Khirbet Tana setelah penduduknya diusir secara paksa pada awal tahun lalu.
Menurut organisasi Israel Peace Now, lebih dari 500.000 pemukim ilegal tinggal di Tepi Barat, selain lebih dari 250.000 lainnya yang menetap di permukiman yang dibangun di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.
PBB menilai permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki sebagai tindakan ilegal menurut hukum internasional dan menyatakan bahwa praktik tersebut merusak kelangsungan solusi dua negara.
Pejabat Palestina berulang kali mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan aktivitas permukiman tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Malaysia kecam keras serangan Israel ke fasilitas UNRWA
Baca juga: Sekjen PBB mengutuk penghancuran kompleks UNRWA oleh Israel
Baca juga: Indonesia kutuk penghancuran fasilitas UNRWA di Yerusalem oleh Israel
Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)