Target Pertumbuhan Ekonomi Hadapi Banyak Tantangan, dari Bencana Ekologis hingga Geopolitik Global

4 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Target Pertumbuhan Ekonomi Hadapi Banyak Tantangan, dari Bencana Ekologis hingga Geopolitik Global Target pertumbuhan ekonomi 5,4% sulit terealisasi.(Antara)


PEMERINTAH telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% di 2026. Dosen Ilmu Ekonomi FEB UGM, Denni Puspa Purbasari, menilai bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,4% di 2026 sulit dapat terealisasi akibat ruang kebijakan fiskal dan moneter yang semakin sempit. 

Pasalnya, target itu menghadapi tekanan besar akibat bencana ekologis yang terjadi di penghujung tahun 2025 diperkirakan mencapai 68,67 triliun. "Bahkan, bencana tersebut  berpotensi dapat menekan produk domestik bruto (PDB) nasional 0,29 persen," ungkap dia dalam siaran pers, Senin (5/1).

Di sisi lain, tekanan lainnya dihadapi dari aspek ketenagakerjaan yang saat ini didominasi oleh pekerja informal sebesar 57,8 persen dari 146,54 juta angkatan kerja. Ditambah lagi, ketidakpastian iklim investasi dan berkurangnya pasokan energi sangat mengancam stabilitas ekonomi masyarakat. 

Berbagai tekanan tersebut menegaskan pencapaian target pertumbuhan ekonomi tidak semata bergantung pada stabilitas makro, akan tetapi pemerintah memiliki andil besar dalam menjawab persoalan struktural yang dirasakan masyarakat.

Ketidakpastian geopolitik global dan kebijakan perdagangan negara besar, seperti Amerika Serikat, juga dinilai dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. 

Dalam sektor keuangan, lanjut dia, pertumbuhan kredit perbankan yang diperkirakan hanya pada angja 9 persen juga menjadi salah satu faktor adanya keterbatasan dorongan terhadap ekspansi ekonomi nasional di tahun 2026. 

“Akan sulit dicapai karena berbagai faktor bencana di Sumatra, kebijakan tarif Trump, hingga kebijakan struktural yang minim dan implementasi di masyarakat belum signifikan membuat ruang fiskal dan moneter semakin sempit,” imbuh dia.

Denni menegaskan, tantangan yang menjadi penghambat utama yaitu dengan mewujudkan kondisi full employment yang menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan bagi seluruh angkatan kerja. 

Ia menilai, terciptanya lapangan kerja menjadi kunci utama sebab tenaga kerja merupakan sumber daya yang paling utama melekat pada diri manusia, termasuk pada kelompok rentan. Namun, menurutnya, tenaga baru dapat memiliki nilai ekonomi apabila sudah terserap dalam pekerjaan produktif. 

Melalui solusi terciptanya lapangan pekerjaan, masyarakat dapat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga, ia menekankan perlunya peran aktif pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi.  “Tugas pemerintah saat ini perlu menciptakan iklim usaha yang baik agar banyak usaha yang tumbuh,” terang dia.

KESEMPATAN KERJA
Menurut dia, pemerintah perlu terjun langsung menciptakan kesempatan kerja dengan memanfaatkan anggaran yang dimiliki, tidak dapat sepenuhnya mengandalkan “market” dalam menciptakan lapangan kerja secara alami. 

Akan tetapi, ia juga mengingatkan bahwa intervensi oleh pemerintah perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak berujung pemborosan anggaran yang dapat berdampak pada kontraproduktif.
 
Penciptaan lapangan kerja perlu dirancang dalam skala nasional yang dapat menyasar pada jumlah angkatan kerja yang besar, bukan dari adanya program-program sempit yang hanya menyasar pada kualifikasi tertentu dan berdampak terbatas. 

“Jika PR besar sudah terlaksana, baru dipikirkan bagaimana kita bisa mengundang pebisnis untuk berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja berupah tinggi. Jangan spesifik dulu baru yang umum. Politically tidak bijaksana, dan technocratically karena kalah jumlah dan butuh waktu tidak akan mengungkit hasil secara nasional. Kita bicara puluhan juta angkatan kerja, bukan ratusan ribu orang,” paparnya. 

Apabila tidak segera teratasi, Denni memperingatkan munculnya risiko sosial yang serius yang diliputi oleh keresahan yang dirasakan oleh berbagai kelompok usia akan terbatasnya lapangan pekerjaan. Ketakutan tidak memperoleh pekerjaan, hingga yang telah bekerja pun khawatir akan pekerjaannya yang tetap ada dan tetap dipekerjakan. 

Dampaknya, daya beli masyarakat berkurang dan memilih untuk menabung. Hal ini, menurutnya, dapat memicu terjadinya situasi spiralling down yang memicu perlambatan ekonomi yang berkelanjutan. 

Lebih jauh, ia menilai hal ini juga berdampak pada penurunan penghasilan yang berpotensi menjerat masyarakat dalam utang, hingga memperburuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan penentuan prioritas dan konsistensi pelaksanaan dalam menjamin stabilitas ekonomi masyarakat. 

Menurutnya, segala kebijakan yang dirumuskan harus memiliki tujuan yang jelas yang disertai dengan mekanisme tegas dalam menjalankan penghargaan dan sanksi. “Tinggal dibuat prioritasnya, definisikan goal-nya, susun reward-punishment-nya, dan dieksekusi. Mungkin beberapa cara-cara kerja di swasta bisa ditiru,” pungkas Denni. (E-2)

Read Entire Article