Saksi Tepis Dakwaan Jaksa soal Kongkalikong Penyewaan Kapal dan Pengadaan Minyak Pertamina

4 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Saksi Tepis Dakwaan Jaksa soal Kongkalikong Penyewaan Kapal dan Pengadaan Minyak Pertamina ilustrasi(Antara)

SIDANG perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina terus berlanjut. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1), saksi menegaskan tidak pernah terjadi kongkalikong maupun pengaturan pengadaan kapal Olympic Luna maupun kapal milik PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) sebagaimana tertulis dalam dakwaan.

Dalam persidangan kali ini, salah satu saksi yang diperiksa adalah mantan Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS) Arief Sukmara.

Di hadapan majelis hakim, Arief Sukmara menjelaskan bahwa PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai customer dari PIS tidak memiliki wewenang dalam pengadaan kapal.

Hal ini juga ditegaskan oleh kuasa hukum mantan Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Yoki Fernandi, Elisabeth Tania. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada satu pun saksi yang menyebut adanya kongkalikong yang dilakukan kliennya terkait kegiatan impor minyak mentah.

"Enggak ada (yang membuktikan adanya kongkalikong)," kata Elisabeth.

Dikatakan, obrolan kliennya dengan pihak swasta hanya sebatas ucapan selamat karena Yoki menjadi direktur utama PT Pertamina International Shipping (PIS). Obrolan tersebut sama sekali tidak menyinggung mengenai pengadaan impor minyak.

"Ini kalau chat-chat yang diinfokan sama tadi saksi, ada chat-chat atau misalkan Pak Yoki dengan siapa, swasta, itu chat-nya hanya ucapan pada saat Pak Yoki pindah dari KPI ke PIS itu ada ucapkan selamat saja. Jadi enggak ada chat yang spesifik menunjukkan bahwa mengenai pengadaan," tegasnya.

Elisabeth juga membantah adanya kebocoran mengenai nilai harga perkiraan sendiri (HPS) minyak mentah. Dikatakan, obrolan Yoki dengan jajaran di bawahnya terkait pembelian minyak tidak ada yang menyebutkan mengenai nilai HPS.

"Kemudian kalau ada chat dengan fungsi-fungsi di bawahnya Pak Yoki mengenai pembelian minyak, itu tidak ada satu pun chat yang menyebutkan mengenai angka HPS," katanya. 

Sebelumnya disebutkan, Martin Haendra Nata selaku eks Senior Manager Trafigura melakukan komunikasi pribadi terkait HPS. Terkait hal tersebut, Elisabeth chat tersebut hanya menyebutkan nilai ekspektasi harga bukan HPS. "Di chat itu enggak ada yang menyebutkan angka HPS tersebut, adanya ekspektasi harga," tegasnya.

Menurutnya, ekspektasi harga masih memungkinkan untuk proses negosiasi. Untuk itu, Elisabeth menegaskan tidak ada kongkalikong dalam kegiatan impor minyak mentah.

"Ekpektasi harga saja. Bukannya HPS," katanya.

Terkait dengan isu golf di Thailand,  Elisabeth juga membantah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) membiayai acara golf di Thailand. Acara tersebut rutin digelar dan pesertanya tidak hanya pihak Pertamina dan JMN, tetapi juga ada pihak lainnya yang ikut serta.

"Ya, intinya kalau masalah golf itu, itu acara rutin yang dilakukan oleh Pertamina. Jadi, Pak Yoki itu memang ikut, dan yang pesertanya itu enggak hanya jadi ada Pertamina, enggak hanya JMN ada pihak lain juga. Teman-teman di Pondok Indah, ada juga yang ikut," kata Elisabeth.

Untuk itu, Elisabeth membantah PT JMN menggelar acara golf untuk pihak Pertamina. Dikatakan, para peserta bayar masing-masing untuk mengikuti acara tersebut.

"Jadi bukan acara yang dibuat khusus oleh swasta JMN memfasilitasi orang Pertamina enggak ada. Itu semua kita biaya sendiri," tegasnya.

Dalam proses persidangan, jaksa sebelumnya mendalami mengenai kegiatan golf kepada Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru Pertamina International Shipping, Arief Sukmara yang dihadirkan sebagai saksi. Jaksa terutama menyoroti kegiatan golf yang diikuti Arief di Thailand yang disebut diselenggarakan oleh Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati.

"Ini ada, apakah saudara pernah menghadiri atau ikut serta di dalam permainan golf di Thailand yang diselenggarakan oleh Pak Dimas?" tanya jaksa.

Menjawab hal tersebut, Arief mengakui main golf di Bangkok Thailand sesuai dengan berita acara perkara. Namun, Arief  menekankan, tidak pernah menyebut acara itu diselenggarakan oleh Dimas.

"Maaf pak, saya main di Bangkok, Thailand sesuai di berita acara saya, tetapi saya tidak menyatakan itu diselenggarakan oleh Pak Dimas," tegasnya.

Jaksa mencecar Arief mengenai pihak yang membiayai acara tersebut. Arief menekankan, acara itu digelar secara patungan atau peserta membayar masing-masing. "Masing-masing pak, patungan kita," kata Arief.

"Patungan? Yakin itu yang di Thailand?" cecar jaksa.

"Yakin, karena saya sudah disumpah pak," tegas Arief. (Cah)

Read Entire Article