Putusan MK dan Jalan Panjang Partisipasi Politik Perempuan Indonesia

4 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Putusan MK dan Jalan Panjang Partisipasi Politik Perempuan Indonesia Rafa Dahayu Amandya(DOK PRIBADI)

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keterwakilan perempuan yang setara di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sekali lagi membuka perdebatan lama yang tidak pernah usai tentang seberapa besar partisipasi perempuan dalam ranah politik Indonesia yang demokratis.

Secara naratif, keterwakilan perempuan tampaknya mengalami kemajuan. Namun dalam praktiknya, perempuan masih harus menghadapi banyak tantangan. Mulai dari budaya patriarki, hingga proses seleksi politik yang kurang ramah terhadap perempuan. Oleh karena itu, putusan MK bukan sekadar koreksi hukum, melainkan juga refleksi dari keadaan sistem politik kita terkait keberadaan perempuan di parlemen.

Selama ini, partisipasi perempuan di bangku dewan kerap dipandang soal angka dan kuota. Sementara itu, partisipasi politik perempuan seharusnya membahas tentang keterlibatan, pengambilan keputusan, dan inisiatif yang membawa perspektif lain dari proses legislasi. 

Melalui putusan nomor 169/PUU-XXII/2024, MK menegaskan setiap AKD harus memiliki keterwakilan perempuan. Hal tersebut mencakup seluruh struktur kepemimpinan DPR, termasuk di komisi, badan, dan alat kelengkapan lainnya.

Putusan MK ini menunjukkan bahwa penting adanya kesetaraan gender di ranah politik. Hal ini seharusnya dipandang sebagai upaya mendukung demokrasi yang lebih substantif dan inklusif.

Dengan begitu, persoalan yang dihadapi kini bukan lagi mengenai ketersediaan regulasi atau terbukanya pintu bagi partisipasi perempuan dalam politik. Melainkan, seluruh perangkat dan aktor politik mau menerima perspektif ini sehingga dalam praktiknya perempuan bisa terlibat secara utuh tanpa keterbatasan.

Sikap Partai Politik terhadap Putusan MK

Dikutip dari beberapa sumber, Partai Golkar diketahui menanggapi putusan ini dengan positif. Sarmuji, Ketua Fraksi Golkar DPR RI, menyatakan bahwa dipelajari lebih lanjut sehingga keterwakilan perempuan porsinya bisa setara di setiap fraksi.

Putusan MK mengenai keterwakilan perempuan dai AKD harus dilihat sebagai langkah korektif terhadap praktik politik yang selama ini kurang inklusif. Pernyataan Sarmuji bahwa Partai Golkar siap mematuhi keputusan pengadilan harus dihargai. Akan tetapi, pernyataan itu harus diuji secara langsung. 

Jika ditarik garis sejarah, kepatuhan normatif dan komitmen substantif terhadap pencapaian kesetaraan gender tidak selalu berkaitan. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam struktur politik kerap jauh dari peran yang strategis dan berpengaruh.

Sarmuji menggarisbawahi, peran perempuan tidak boleh 'menumpuk' di AKD tertentu. Hal ini menjadi pengingat bahwa isu utama bukan terletak pada porsi, tetapi pada ketegasan partai untuk membuka peluang kepemimpinan dan pengambilan keputusan bagi perempuan di semua tingkatan.

Putusan MK seharusnya dipandang sebagai kesempatan bagi setiap partai politik untuk mereformasi budaya politik internal mereka. Hal ini dengan mengakui peran perempuan sebagai aktor politik dengan status, kapasitas, dan legitimasi yang setara untuk menentukan arah kebijakan publik.

Jika keputusan MK hanya dianggap sebagai persyaratan administratif, tujuan keadilan dan demokrasi sepenuhnya akan berkurang menjadi formalitas semata.

Kesimpulan

Putusan MK mengenai keterwakilan perempuan di AKD adalah keputusan konstitusional yang positif dalam advokasi demokrasi yang lebih setara dan inklusif. Putusan ini menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam struktur parlemen bukanlah sekadar opsi politik, melainkan merupakan kewajiban negara dalam lingkup keadilan dan keseimbangan perwakilan. 

Di samping itu, efektivitas keputusan ini sangat bergantung pada bagaimana partai politik dan badan legislatif menerjemahkannya ke dalam praktik politik sehari-hari. Sikap partai politik yang mengklaim siap untuk mematuhi putusan ini patut diapresiasi, tetapi juga harus mendapatkan kritik dan pengawasan.

Kepatuhan regulasi dengan komitmen yang tidak seimbang harus diubah mulai hari ini. Tanpa adanya perubahan budaya, perempuan berisiko ditempatkan secara simbolis sebagai bagian dari struktur tanpa bobot yang cukup untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang kritis. 

Oleh karena itu, putusan MK harus melahirkan perubahan yang luas dan sistemik, daripada sekadar sarana untuk memenuhi syarat demokrasi. Setiap struktur dan alat politik diharuskan untuk membuka peluang kepemimpinan yang setara dan mendistribusikan peran secara adil di seluruh struktur komite.

Dengan demikian, keterwakilan perempuan dapat secara signifikan memperkuat demokrasi dan berkontribusi pada pembentukan kebijakan publik yang responsif terhadap kepentingan seluruh warga negara.

Read Entire Article