Profil Saif al-Islam: Putra Muammar Qaddafi, Calon Pemimpin Masa Depan Libya yang Tewas Dibunuh

4 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, ZINTAN -- Saif al-Islam Qaddafi, putra mantan Presiden Libya, Muammar Qaddafi dilaporkan tewas terbunuh di kota Zintan. Saif, 53 tahun, adalah putra kedua Qaddafi yang telah menetap di Zintan sejak ayahnya terguling dari kekuasaan, dan tengah mempersiapkan dirinya kembali ke gelanggang politik Libya.

Tokoh-tokoh yang dekat dengan almarhum, termasuk penasihat politik, Abdullah Othman dan pengacaranya, Khaled el-Zaydi, mengonfirmasi kematian Saif pada Selasa (3/1/2026). Sebuah pernyataan dari tim politik Saif mengatakan, bahwa Saif dibunuh oleh "empat orang bertopeng" yang mendobrak masuk rumah korban di Zintan.

Dilaporkan Al Jazeera, sebelum revolusi pada 2011 terjadi di Libya, Saif al-Islam dikenal sebagai tokoh yang digadang-gadang akan menjadi penerus kepemimpinan Qaddafi. Saif masih menjadi tokoh sentral di panggung politik Libya saat 'Arab Spring' terjadi dan muncul beragam tuduhan terhadapnya terkait kasus kekerasan ekstrem terhadap kelompok oposisi ayahnya. 

Pada Februari 2011, Saif masuk dalam daftar tokoh yang disanksi oleh PBB dan dicekal untuk bepergian keluar negeri. Pada Maret 2011, NATO mulai membombardir Libya setelah PBB mengesahkan resolusi yang membolehkan "penerapan cara apapun" untuk melindungi warga sipil dari tindakan militer Qaddafi terhadap perang saudara di Libya.

Pada Juni 2011, Saif al-Islam mengumumkan bahwa ayahnya berkenan menggelar pemilu dan lengser jika para pemilih tak lagi memilihnya. Namun tawaran itu ditolak NATO yang melanjutkan aksi bombardirnya.

Pada akhir Juni 2011, Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) menerbitkan surat penahanan terhadap Saif al-Islam, namun dia tetap bebas hingga ayah dan saudara kandungnya, Mutassim tewas di Sirte, pada 20 Oktober 2011. Menyusul negosiasi yang panjang dengan ICC yang mendesak ekstradisi terhadapnya, pemerintah Libya diberi kesempatan untuk memproses hukum Saif terkait tuduhan pidana kejahatan perang selama revolusioner 2011.

Pada 2014, Saif al-Islam muncul lewat di persidangan lewat sebuah tautan video, di mana dia saat itu ditahan di Zintan. Pada Juli 2015, pengadilan Tripoli menjatuhkan vonis mati terhadap Saif.

Namun pada 2017, Saif dilepas oleh Battalion Abu Bakr as-Siddiq Battalion, sebuah kelompok milisi yang mengontrol kota Zintan, sebagai abgian dari amnesti yang diterbitkan oleh otoritas Libya bagian timur, yang tidak diakui oleh dunia internasional. Setelah dibebaskan, Saif tidak pernah lagi muncul di publik dan tetap berstatus buron ICC. 

Pada Juli 2021, Saif al-Islam diwawancara oleh New York Times, di mana ia menuduh otoritas Libya "takut terhadap pemilu".

Menjelasakan persona di bawah tananya, Saif mengatakan dia telah "dijauhkan dari rakyat Libya selama 10 tahun".

"Anda harus kembali secara perlahan, perlahan, seperti seorang penari telanjang," kata Saif.

Saif kemudian muncul ke publik untuk pertama kalinya pada November 2021, di kota Sebha, di mana dia berupaya menggalang kembali kekuatan politik untuk menjadi presiden Libya, meneruskan ambisi pendukung ayahnya. Sempat dicegah terlibat, Saif lolos menjadi calon, namun pemilu tidak pernah terealisasi akibat dari situasi politik Libya yang kacau, di mana terjadi dualisme pemerintahan di pemerintah pusat.

Read Entire Article