PM Anwar soal praktik ilegal: Saya sampai pada titik hilang kesabaran

1 week ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan dirinya sudah sampai pada titik kehilangan kesabaran atas praktik penyelundupan, korupsi dan kegiatan ilegal lain yang masih terjadi di Malaysia.

"Saya telah mencapai titik kehilangan kesabaran dan merasa bahwa masih ada kelemahan dan ruang yang harus diperbaiki," tegas Anwar dalam pidatonya di acara pertemuan dengan para ketua penegak hukum Malaysia, di Putrajaya, Rabu.

Anwar Ibrahim mengatakan bahwa setelah tiga tahun memimpin pemerintahan Malaysia, dirinya menjadi lebih memahami kekuatan dan kelemahan pemerintahan.

Dia pun mengakui ada celah-celah yang harus segera diperbaiki, karena dapat menjadi kelemahan yang tidak dapat ditoleransi, misalnya terkait penyelundupan, korupsi dan praktik ilegal lain – terutama yang mendapat perlindungan dari oknum aparat penegak hukum.

"Jadi, saya ingin memberikan saran yang cukup tegas dan singkat. Jika anda (penegak hukum) mendapat amanah dan merasa kurang mampu melaksanakannya, karena tantangan terlalu besar dan ujiannya terlalu sulit, saya sarankan anda beri tahu atasan, atau saya sendiri, atau menteri, atau jaksa agung, bahwa anda belum siap mengambil langkah berani," tegas Anwar.

Menurutnya, dengan pengakuan semacam itu, maka akan terbuka jalan bagi orang lain yang memiliki kemampuan, untuk bisa mengambil posisi dan bekerja dengan baik.

Anwar pun memberi waktu satu pekan kepada para penegak hukum untuk merenungkan hal tersebut.

Dia menegaskan pemerintah Madani yang dipimpinnya ingin menyelamatkan negara, karena Malaysia memiliki potensi yang sangat baik.

Di sisi lain, kata Anwar, masyarakat Malaysia pada umumnya juga berharap dan mendambakan reformasi.

Baca juga: Raja Malaysia kecewa dengan korupsi di tubuh militer

Benar-benar merenung

"Jadi, saya berharap bahwa minggu ini kita akan benar-benar merenung. Saya, di tingkat tertinggi, merenungkan bersama apakah kita bersedia untuk mengambil tindakan," kata Anwar.

Anwar menyatakan akan menghormati apabila ada aparat penegak hukum yang memilih pindah ke posisi lebih rendah, karena mengakui ketidakmampuannya melaksanakan tanggung jawab.

Sebaliknya, apabila para aparat penegak hukum bersedia menerima tanggung jawab, maka dia berharap para penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya.

Anwar dalam kesempatan itu mempertanyakan, bagaimana mungkin Malaysia membiarkan penyelundupan terjadi secara terang-terangan, seolah buta atas pelanggaran di perbatasan.

"Apakah rakyat kita telah kehilangan nilai kebenaran? Apa itu kebijaksanaan, apa itu kebaikan, apa itu keadilan, apakah mereka sama sekali tidak memahaminya? Sehingga kita bisa membiarkan ini terjadi," sesalnya.

Dia menyerukan kepada seluruh pihak, apabila Malaysia tidak ingin membiarkan praktik ilegal terus-menerus terjadi, maka semua jajaran harus bekerja sebagai sebuah tim.

Dia meminta semua pihak tidak lagi bersikap tak acuh, serta mudah memaafkan. Dia meminta jajaran penegak hukum untuk bertindak segera.

"Mengapa saya sedikit kesal? Karena saya tahu bahwa jika kita membuat daftar jumlah orang baik dan hebat, banyak saudara dan saudari yang telah berjasa dalam pengabdian mereka."

"Itu tidak dapat disangkal atau ditolak, tetapi kenyataan juga memaksa kita untuk merenung, berpikir serius, apakah kita ingin melanjutkan aktivitas kita seperti biasa, dengan ceroboh," kata dia.

Baca juga: Komisi Anti-Korupsi Malaysia usut rasuah libatkan oknum polisi

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article