Penjelasan Pemerintah Soal Demo Mesti Lapor Polisi di KUHP

4 weeks ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

WAKIL Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menjelaskan tujuan pembentukan pasal 256 mengenai demonstrasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Pasal itu mengatur demontrasi harus memberitahu polisi lebih dahulu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut dia, pemberitahuan kepada polisi bukan untuk permintaan izin demontrasi. Kepolisian perlu diberitahu untuk mengatur lalu lintas ketika demonstrasi berlangsung. 

"Mengapa pasal ini harus ada? Pengalaman di Sumatera Barat. Sebuah mobil ambulans, pasien di dalamnya meninggal karena terhadang demonstrasi. Jadi tujuan mengatur lalu lintas," kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Hukum, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Dia berkata demonstrasi membuat macet di jalan. Pasal itu diatur supaya hak pengguna jalan tidak diganggu. 

Dia menjelaskan penanggung jawab demonstrasi juga tidak akan dijerat pidana ketika terjadi keonaran. Syaratnya, penanggung jawab harus memberitahu polisi sebelum melakukan demontrasi. "Saya tidak bisa dijerat Pidana. Karena saya sudah memberi tahu," kata dia. 

Meski begitu, dia menjelaskan penanggung jawab demo juga tidak akan dijerat pidana bila terjadi kerusuhan. "Jadi pasal itu bahasanya itu adalah diimplikasi, jika dan hanya jika. Jika tidak memberitahu dan menimbulkan keonaran," kata dia. 

Dia pun menuding pengkritik tidak membaca pasal ini secara utuh. Bagi dia, perspektif itu berbahaya. "Kadang-kadang tidak baca utuh, kalau toh dia baca utuh, tidak paham terus komentar, itu yang bahayanya di situ," ujar dia. 

Sejumlah masyarakat sipil menggugat berbagai pasal yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP ke Mahkamah Konstitusi. Permohonan uji materi itu diajukan ke Mahkamah Konstitusi dua minggu menjelang UU baru itu resmi berlaku pada 2 Januari 2026 lalu.

Salah satu gugatan diajukan oleh 13 mahasiswa sarjana fakultas hukum dari lintas universitas. Mereka menggugat Pasal 256 UU KUHP baru yang mengatur tentang demonstrasi. Gugatan itu masuk pada 24 Desember 2025 dengan nomor registrasi 271/PUU-XXIII/2025. 

Adapun Pasal 256 KUHP yang digugat berbunyi: Setiap orang yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang berwenang mengadakan pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi di jalan umum atau tempat umum yang mengakibatkan terganggunya kepentingan umum, menimbulkan keonaran, atau huru-hara dalam masyarakat, dipidana dengan penjara paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak kategori II. 

Berlakunya pasal tersebut dinilai menimbulkan kerugian konstitusional yang bersifat aktual dan potensial kepada kepada para pemohon sebagai warga negara. Mereka berpendapat rumusan pasal tersebut berpotensi menimbulkan pembatasan berlebihan terhadap kebebasan berpendapat. Pasal ini, kata pemohon, menempatkan kebebasan berpendapat dalam posisi yang rentan karena berpotensi dianggap sebagai kejahatan.  

Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam tulisan ini

Pilihan editor: DPR Minta Kemlu Menentang Tindakan AS terhadap Venezuela

Read Entire Article