Penerapan ESG Masih Timpang, KLH Tegaskan Bukan Beban Tambahan

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH Ary Sudijanto menegaskan ESG dan keberlanjutan di tanah air masih timpang, dan belum semua perusahaan bersedia menerapkannya. Padahal penerapan ESG bukanlah beban tambahan, melainkan kewajiban yang melekat, terutama bagi yang bermasalah.

"Tapi dulu tidak ada, karena bumi ada bearing capacity. Krisis iklim, kalau tidak melampaui daya tampung tidak masalah, tapi sekarang yang menjadi masalah adalah daya tampung dan dukung itu melampaui," ujar Ary dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).

Namun kondisi saat ini sudah berbeda, dan telah terjadi perubahan iklim yang bisa memicu bencana yang lebih besar. Ary menegaskan tanggung jawab mengatasi perubahan iklim harus dilakukan bersama oleh setiap negara. Masing-masing negara menurutnya memiliki andil untuk menurunkan emisi gas rumah rumah kaca sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan.

"Seluruh dunia, penduduk bumi harus tingkatkan semua upaya untuk turunkan lagi, kesadaran korporasi relevansi makin kuat," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengaku sangat prihatin dengan kondisi alam yang semakin hari sangat mengkhawatirkan. Dia pun meyakini bencana alam yang terjadi hampir di seluruh titik tanah air bukanlah sebuah anomali dan terjadi tanpa ada penyebabnya. Contohnya bencana longsor di Cisarua. Menurutnya, bencana di Cisarua itu bukan masalah kondisi alam biasa. Ia melihat bencana tersebut terjadi karena ada campur tangan manusia.

"Tentu (bencana) ini menjadi suatu sistem yang akan terus terjadi. Sehingga harus kita cermati secara bijaksana. Kita tidak bisa berandai-andai bahwa kondisi ini hanya suatu kejadian yang tidak akan terulang lagi. Tapi perubahan iklim dan bahkan krisis iklim sudah benar-benar hadir bersama kita hari ini," ujarnya

Melihat hal itu, Hanif pun mengajak para pemimpin perusahaan harus lebih peduli lagi dalam penerapan ESG sebagai standar perusahaan dalam mempraktikkan investasi dan operasional yang berkelanjutan

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article