Ilustrasi(Dok SGH)
GANGGUAN tidur dan pernapasan semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan. Salah satu kondisi yang paling banyak ditemukan adalah obstructive sleep apnea (OSA), gangguan tidur yang ditandai dengan henti napas berulang saat tidur. Selain menyebabkan kualitas tidur menurun, OSA juga berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung, gangguan metabolik, hingga masalah kesehatan mental.
Dalam praktik klinis, gangguan tidur dan pernapasan sering kali melibatkan lebih dari satu faktor penyebab. Karena itu, Singapore General Hospital (SGH) mengembangkan pendekatan perawatan yang menggabungkan evaluasi menyeluruh, kolaborasi multidisiplin, dan pemanfaatan teknologi medis untuk memastikan pasien mendapatkan terapi yang tepat dan berkelanjutan. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan pasien tidak hanya mendapatkan terapi, tetapi perawatan yang benar-benar sesuai dengan kondisi individual mereka.
Menurut Associate Consultant di Singapore General Hospital, Dr. Adele Ng, gangguan tidur tidak bisa ditangani dengan pendekatan tunggal. “Masalah tidur dan pernapasan sering kali melibatkan berbagai faktor, anatomi saluran napas, fungsi pernapasan, kondisi neurologis, hingga aspek psikologis. Karena itu, pendekatan multidisiplin menjadi sangat penting,” ujarnya.
SGH Sleep Centre menerapkan model perawatan holistik dengan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis THT, penyakit pernapasan, neurologi, psikiatri, ortodonti, bedah mulut dan maksilofasial, hingga sleep technician. Total terdapat 14 dokter dan tenaga ahli yang bekerja sama dalam menangani pasien dengan gangguan tidur dan pernapasan.
Kolaborasi ini memungkinkan evaluasi yang menyeluruh, mulai dari struktur saluran napas hingga faktor perilaku dan kesehatan mental yang memengaruhi kualitas tidur. Pendekatan seperti ini membantu dokter menyusun rencana perawatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Diagnostik Akurat dengan Teknologi Mutakhir
Ketepatan diagnosis menjadi fondasi utama dalam penanganan gangguan tidur. SGH dilengkapi laboratorium tidur dengan fasilitas pemeriksaan lanjutan berbasis rawat inap, termasuk penyesuaian alat bantu napas bertekanan positif serta evaluasi neurostimulasi saluran napas atas.
“Laboratorium Tidur kami memungkinkan evaluasi mendalam terhadap pola tidur pasien, sehingga terapi dapat disesuaikan secara presisi,” jelas Dr. Adele Ng. SGH juga mulai mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu analisis hasil studi tidur, dengan tujuan meningkatkan akurasi dan efisiensi diagnosis.
Selain itu, SGH rutin melakukan Drug-Induced Sleep Endoscopy (DISE), prosedur endoskopi yang dilakukan saat pasien berada dalam kondisi tidur terinduksi obat. Pemeriksaan ini membantu dokter mengidentifikasi lokasi dan penyebab obstruksi saluran napas, sekaligus menentukan apakah pasien memerlukan tindakan bedah atau penyesuaian terapi tertentu.
Peran Bedah Mikro-Endoskopi dan Robotik
Pada kasus tertentu, tindakan bedah menjadi bagian dari solusi. SGH memanfaatkan teknik bedah mikro-endoskopi dan robotik untuk menangani obstruksi saluran napas yang sulit dijangkau dengan metode konvensional, seperti area pangkal lidah atau epiglotis.
Penggunaan teknologi robotik memungkinkan dokter bekerja dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi, sehingga hasil operasi lebih optimal. “Dengan teknik ini, pasien umumnya mengalami nyeri yang lebih minimal dan waktu pemulihan yang lebih singkat,” kata Dr. Adele Ng.
Klinik Multidisiplin dalam Satu Kunjungan
Untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien, SGH menerapkan model klinik multidisiplin, di mana pasien dapat bertemu beberapa spesialis dalam satu kunjungan. Contohnya, klinik gabungan dokter THT dan ortodontis untuk pengguna alat mandibular advancement, atau kolaborasi THT, ortodontis, dan ahli bedah mulut bagi pasien yang mempertimbangkan operasi rahang.
Model ini membantu pasien memahami seluruh opsi perawatan secara komprehensif sebelum mengambil keputusan medis.
Peran Teknologi Digital dalam Deteksi Dini
Perangkat digital seperti smartwatch dan smart ring juga mulai berperan dalam deteksi awal gangguan tidur. Dr. Adele Ng menjelaskan bahwa penurunan kadar oksigen saat tidur yang terdeteksi oleh perangkat tersebut dapat menjadi sinyal awal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa diagnosis OSA tetap harus dilakukan melalui pemeriksaan tidur formal. “Perangkat digital dapat menjadi alat pemantauan dan pemicu kesadaran, tetapi bukan pengganti diagnosis medis,” ujarnya.
Perawatan yang Personal dan Bertahap
SGH menerapkan pendekatan perawatan yang bersifat personal dan bertahap. Terapi non-bedah diprioritaskan dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Jika operasi diperlukan, tindakan yang diambil bersifat terarah, berbasis bukti ilmiah, dan dievaluasi secara menyeluruh terlebih dahulu.
“Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua pasien. Setiap rencana perawatan harus disesuaikan dengan kebutuhan individu,” tutur Dr. Adele Ng.
Melalui pendekatan terpadu ini, SGH menegaskan bahwa penanganan gangguan tidur dan pernapasan bukan hanya soal mengurangi gejala, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Tidur yang lebih baik menjadi fondasi penting bagi kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan jangka panjang. (E-4)
.png)
4 weeks ago
7




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)