Pencitraan Politik: Topeng Harapan Masyarakat

4 weeks ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Topeng Harapan Masyarakat Khalishah Nabila Firdaus(DOK PRIBADI)

"DON'T judge a book by its cover." Sebuah peribahasa yang acap kali dilontarkan untuk mengingatkan bahwa tidak sepatutnya manusia menilai sesuatu atau seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata.

Namun, saya rasa relevansi peribahasa tersebut tidak berlaku ketika sudah membicarakan politik, terlebih pada masa kontestasi demokratis. Dalam ruang lingkup politik, apa yang ditunjukkan oleh calon pemimpin di panggung akan sangat memengaruhi impresi publik terhadap mereka.

Pencitraan politik adalah skenario yang sengaja disusun secara rapi. Lewat simbol, kumpulan diksi, sampai aksi yang dipublikasikan, calon pemimpin berusaha mentransformasikan diri menjadi sebuah 'buku' yang sampulnya dirancang semenarik mungkin agar mengundang hasrat publik untuk membacanya.

Sebelum menyajikan narasinya, calon pemimpin membaca dahaga masyarakat akan kepemimpinan yang solutif, dekat, dan memahami penderitaan mereka. Dengan demikian, setiap kampanye adalah penawaran janji yang dikemas dalam citra visual dan verbal.

Meskipun masyarakat tahu bahwa citra yang ditunjukkan calon pemimpin sering kali hasil rekayasa semata, di bawah kesadaran mereka tetap memilih untuk mempercayai sebagian darinya dengan berlandaskan harapan. Mereka melihat pencitraan sebagai gambaran masa depan yang menjanjikan.

Penyakit para Pemimpin

Sayangnya, realita yang mereka peroleh berbanding terbalik dengan apa yang ditawarkan. Banyak pemimpin mengalami semacam 'amnesia politik'. Janji kampanye yang dulu digaungkan dengan lantang tiba-tiba menghilang, digantikan dengan alasan seperti keterbatasan anggaran atau kendala teknis. Akibatnya, publik yang kritis harus terus melantangkan suara untuk menagih janji, sedangkan masyarakat yang sudah apatis dibuat tidak percaya pada sistem politik Indonesia.

Karena itu, diperlukan perubahan cara pandang, baik dari pemimpin maupun masyarakat. Bagi calon pemimpin, semestinya pencitraan dibangun di atas kejujuran dan kesiapan untuk bertanggung jawab. Keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa pandai ia membangun citra saat kampanye, melainkan dari kesungguhannya mewujudkan citra tersebut setelah berkuasa.

Selaraskan Citra dengan Kenyataan

Di sisi lain, masyarakat juga perlu melebarkan pandangan mereka dalam melihat politik. Penilaian terhadap pemimpin tidak cukup hanya dari apa yang terucap, simbol, atau sikap yang ditampakkan. Perlu adanya pengawalan mulai dari rekam jejak, konsistensi sikap, dan menilai pemahaman calon pemimpin terhadap persoalan nyata di masyarakat.

Politik pencitraan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari dalam demokrasi modern, yang bisa dilakukan hanyalah memastikan bahwa citra yang dibangun sejalan dengan kenyataan. Jika pemimpin benar-benar memandang kekuasaan sebagai amanah untuk mewujudkan harapan yang mereka tawarkan, pencitraan tidak lagi sekadar alat politik, melainkan menjadi langkah awal menuju kepemimpinan yang bertanggung jawab, ketika 'sampul' yang menarik benar-benar menjanjikan sebuah 'isi' yang revolusioner.

Read Entire Article