Pakar: Revisi UU KPK dan Penguatan Antirasuah di Era Prabowo Sulit Terwujud

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Revisi UU KPK dan Penguatan Antirasuah di Era Prabowo Sulit Terwujud Gedung KPK di Jakarta.(Dok. Antara)

WACANA penguatan kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi UU KPK di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menghadapi hambatan serius, baik secara hukum maupun politik. 

Pengamat sekaligus Pengajar Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah menilai, arah dan rekam jejak kekuasaan saat ini justru tidak menunjukkan komitmen kuat untuk membalikkan pelemahan KPK yang terjadi sejak revisi UU KPK pada 2019.

Herdiansyah mengaku pesimistis revisi UU KPK bisa dilakukan. Ia menegaskan harapan penguatan KPK melalui revisi UU KPK di bawah pemerintahan Prabowo sulit untuk direalisasikan. 

“Apakah memungkinkan revisi Undang-Undang KPK kembali dilakukan? Saya kira saya pesimis,” kata Herdiansyah saat dihubungi, Selasa (3/2).

Menurut Herdiansyah, pesimisme itu berangkat dari fakta politik bahwa pemerintahan Prabowo merupakan kelanjutan dari konfigurasi kekuasaan sebelumnya, yang turut memenangkan Presiden Joko Widodo.

“Kita sama-sama paham, pelemahan KPK lewat revisi Undang-Undang KPK tahun 2019 itu adalah pekerjaannya rezim Jokowi. Nah, kalau kemudian kita berharap di rezim Prabowo, saya agak pesimis,” ujarnya.

Ia menilai, sejumlah kebijakan dan sikap politik yang muncul belakangan justru bertentangan dengan semangat penguatan pemberantasan korupsi. Herdiansyah menyinggung praktik-praktik yang menurutnya lebih bernuansa simbolik ketimbang substantif.

“Dalam banyak aspek, soal keseringan membuat gimmick dalam urusan pembelaan terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi, kita justru melihat keputusan-keputusan yang bertentangan dengan semangat itu,” katanya.

Herdiansyah mencontohkan pemberian abolisi dan rehabilitasi dalam sejumlah perkara korupsi sebagai sinyal yang melemahkan pesan antikorupsi.

“Misalnya pemberian abolisi dan rehabilitasi terhadap kasus-kasus korupsi, dan lain sebagainya. Itu kan tidak sejalan dengan semangat penguatan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti sikap permisif negara terhadap aktor-aktor yang terjerat kasus korupsi, yang menurutnya mempertebal keraguan publik terhadap komitmen politik pemerintah.

“Termasuk memelihara banyak orang yang terkena kasus-kasus korupsi. Itu membuat kita semakin pesimis,” kata Herdiansyah.

Melihat kondisi tersebut, Herdiansyah mempertanyakan kemungkinan politik bagi pemerintahan saat ini untuk mengembalikan KPK ke posisi dan kewenangan sebelum revisi UU KPK 2019.

“Bagaimana mungkin rezim yang permisif terhadap persoalan korupsi kemudian akan mengembalikan KPK seperti yang dulu kita kenal sebelum revisi?” tandasnya. (H-3)

Read Entire Article