Oknum Promotor Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Dana Festival KPop, Kerugian Nyaris Rp10 Miliar

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Rencana Konser KPop berujung ke ranah hukum. PT Mata Cakrawala Asia (Mataloka), promotor konser, menelan pil pahit dan menempuh jalur hukum setelah menjadi korban dugaan tindak pidana penipuan serta penggelapan dana yang nilainya sangat fantastis.

PT Mata Cakrawala Asia (Mataloka) buka suara soal gagalnya proyek Festival KPop yang digadang-gadang bakal menghadirkan salah satu member BTS ke Tanah Air. Melalui kuasa hukum, Ilham Yuli Isdiyanto, pihak Mataloka menyambangi Polda Metro Jaya Jakarta pada Senin (2/2/2026) guna menindaklanjuti proses hukum yang tengah bergulir.

“Kami hadir untuk menanyakan progres pasca-gelar perkara. Fakta-fakta yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka dan ini makin menguatkan keyakinan kami telah terjadi dugaan tindak pidana penyimpangan dana oleh terlapor A,” ujar Ilham.

>Ilham menyebut terlapor adalah promotor senior berinisial A, yang selama ini dikenal memiliki reputasi mentereng di panggung hiburan. Atas peristiwa ini, pihak Mataloka mengaku mengalami kerugian materiel yang fantastis.

“Total kerugian yang terjadi akibat kasus ini mencapai hampir Rp10 miliar,” ungkapnya.

Kasus ini bermula dari kesepakatan kerja sama investasi untuk festival musik besar yang rencananya dihelat pada Oktober 2025. Ilham menuturkan, semula kliennya tidak menaruh curiga karena terbuai dengan nama besar terlapor yang dianggap mampu mendatangkan artis papan atas.

“Klien kami percaya karena track record terlapor yang sukses menangani artis-artis internasional. Namun sangat disayangkan dalam kerja sama ini komunikasi menjadi tidak transparan dan penggunaan dana tidak sesuai dengan tujuan yang diperjanjikan,” tutur Ilham.

Ilh

am merinci dana itu seharusnya digunakan sebagai uang pengikat atau binding fee mendatangkan idola global asal Korea Selatan. Ia menjelaskan secara spesifik mengenai tujuan awal penggunaan dana yang kini dipermasalahkan.

“Kasus bermula dari ketidaktransparanan penggunaan dana binding fee proyek Festival KPop pada Oktober 2025 yang rencananya akan mendatangkan artis salah satu member BTS dan beberapa artis Korea lainnya,” jelasnya.

Sebelum memutuskan untuk membawa perkara ini ke ranah hukum, Mataloka telah berupaya menempuh jalur damai demi menjaga hubungan baik antar sesama pelaku industri. Hanya saja upaya tersebut menemui jalan buntu. “Sebelum menempuh upaya hukum, kedua belah pihak sempat berusaha melakukan penyelesaian secara kekeluargaan dengan tiga kali melakukan mediasi,” kata Ilham.

Read Entire Article