Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia melalui Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan mengantisipasi masuknya virus Nipah, dengan meningkatkan pemeriksaan (skrining) di pintu masuk internasional, utamanya terhadap pelancong dari negara-negara berisiko.
"KKM terus memperkuat kesiapsiagaan melalui skrining kesehatan di pintu masuk internasional (PMI), khususnya bagi pelancong dari negara berisiko," tulis Kementerian Kesehatan Malaysia dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, Rabu.
Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan hingga saat ini, tidak ada kasus baru penyakit Nipah yang dilaporkan di Malaysia, berkat keberhasilan dalam membendung wabah tersebut sejak September 1999.
Penyakit Nipah merupakan penyakit menular zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah (NiV), dengan kelelawar pemakan buah (flying foxes/fruit bats) sebagai inang alami.
Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi seperti air liur, darah, dan sekresi; konsumsi makanan yang telah terkontaminasi; serta kontak dengan cairan tubuh individu yang terinfeksi.
Gejala seperti demam, sakit kepala, muntah, batuk, sesak napas, kejang, kebingungan, dan penurunan kesadaran umumnya muncul setelah masa inkubasi antara lima hingga 14 hari.
Komplikasi penyakit ini meliputi radang otak (ensefalitis) dan gangguan pernapasan, dengan tingkat kematian berkisar antara 40-75 persen.
Otoritas Malaysia menyebut penyakit ini wajib dilaporkan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 (Akta 342) Malaysia.
Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan pemantauan berkelanjutan terhadap penyakit ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan Departemen Layanan Veteriner Malaysia (DVS) dan Departemen Perlindungan Hidupan Liar dan Taman Negara (Perhilitan).
"Hingga saat ini, virus Nipah belum terdeteksi pada hewan domestik maupun satwa liar. Masyarakat umum, khususnya para pelancong ke wilayah berisiko tinggi, disarankan untuk menjaga kebersihan diri, menghindari kontak dengan hewan yang sakit, serta menghindari konsumsi produk yang diduga terkontaminasi guna mencegah infeksi virus Nipah," tulis keterangan Kemenkes Malaysia.
Pelancong dari daerah berisiko dianjurkan untuk memantau kondisi kesehatan diri dan segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat apabila merasa tidak sehat.
Meskipun Malaysia tidak melaporkan kasus penyakit Nipah sejak tahun 1999, Kemenkes Malaysia tetap waspada terhadap risiko penularan lintas negara seiring terjadinya kasus infeksi sporadis di beberapa negara lain.
Kemenkes Malaysia menyatakan terus meningkatkan pengawasan berkelanjutan, penguatan kapasitas laboratorium nasional, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.
Malaysia juga meningkatkan pelaksanaan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian, termasuk praktik pencegahan dan pengendalian infeksi (IPC), serta kerja sama lintas sektor dan antarlembaga, guna melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah kemunculan kembali penyakit Nipah di Negeri Jiran.
Baca juga: RI perketat awasi pelaku perjalanan dari luar negeri cegah Virus Nipah
Baca juga: BRIN gandeng Malaysia dan Jepang lakukan riset obat penyakit infeksi
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)