‎Layanan HIV yang Adaptif dan Inklusif Bisa Tingkatkan Kesehatan Publik

12 hours ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, ‎JAKARTA — Layanan HIV/AIDS di Indonesia dinilai perlu semakin adaptif dan inklusif untuk menjawab tantangan kesehatan publik, terutama terkait akses layanan, keberlanjutan pendampingan, dan penghapusan stigma di masyarakat. Para penggiat kesehatan menegaskan bahwa percepatan program pencegahan dan penanggulangan HIV hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan memastikan layanan tidak terputus.

Kepala Yarsi HIV AIDS Care yang juga Ketua 1 Perkumpulan Pengendalian HIV AIDS (PPHA) Jakarta, dr Maya Trisiswati, menyampaikan bahwa perjuangan menghadapi epidemi ini bukan hanya terhadap virus HIV, tetapi juga melawan stigma dan diskriminasi. Ia menegaskan dukungan lintas pihak perlu diperluas untuk menjamin kesehatan Orang dengan HIV (ODHIV) sekaligus mencegah infeksi baru. “Pengendalian HIV/AIDS membutuhkan perjuangan kuat melawan virus HIV, melawan stigma, melawan diskriminasi,” ujarnya di Jakarta.

‎Menurut dr Maya, upaya penanggulangan HIV harus menjaga keberlanjutan layanan, khususnya dalam masa perubahan kebijakan maupun kondisi sosial ekonomi yang kerap menghambat pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan ODHIV. Ia menegaskan layanan yang tidak terputus merupakan fondasi untuk mencapai target nasional Ending AIDS 2030. Tema peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini — Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV, mencerminkan urgensi tersebut.

‎PPHA Jakarta dibentuk sebagai wadah para penggiat pengendalian dan pencegahan HIV di lima wilayah kota serta Kabupaten Kepulauan Seribu. Organisasi ini menargetkan mampu memperkuat langkah kolaboratif dengan pemerintah daerah dan komunitas agar layanan yang tersedia tetap menjangkau populasi terdampak secara menyeluruh.

‎Ketua 2 PPHA Jakarta, Dr John Marbun, menjelaskan bahwa dukungan organisasi masyarakat sipil berperan penting dalam ekosistem layanan kesehatan HIV, terlebih di tengah desentralisasi sistem kesehatan. Ia menekankan bahwa upaya ini harus mengurangi stigma, mencegah infeksi baru, dan menekan angka kematian terkait AIDS..

‎“Terbentuknya PPHA agar bisa membantu pemerintah mempercepat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS menuju Ending AIDS 2030 di Jakarta,” kata John.

‎Para penggiat menilai, Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial memiliki dinamika yang membutuhkan respons lebih cepat terhadap kerentanan penularan HIV. Ketersediaan layanan konseling, terapi antiretroviral (ARV), edukasi publik, serta dukungan psikososial menjadi aspek yang harus dijaga agar tidak terjadi kesenjangan akses layanan.

‎Melalui penguatan jejaring partisipasi masyarakat dan pendekatan berbasis komunitas, para penggiat berharap layanan HIV semakin mampu beradaptasi pada perubahan kebijakan maupun tantangan lapangan, sehingga kesehatan publik dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Upaya kolektif disebut menjadi syarat mutlak agar tidak ada lagi warga yang terpinggirkan hanya karena status kesehatannya.

Read Entire Article