Beijing (ANTARA) - Putusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap kebijakan subsidi Amerika Serikat (AS) merupakan penguatan prinsip bahwa tidak ada negara yang boleh merasa kebal terhadap aturan internasional, dan bahwa praktik perdagangan sepihak pasti akan menghadapi konsekuensi yang adil dalam sistem multilateral.
Sebuah panel WTO, yang mendukung keluhan yang disampaikan China, pada Jumat (30/1) memutuskan bahwa kebijakan subsidi energi bersih AS tidak sejalan dengan aturan WTO, dan mewajibkan pihak AS untuk mencabut subsidi yang dipermasalahkan tersebut berdasarkan Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act/IRA).
Putusan ini merupakan kemenangan bagi China dalam melindungi kepentingan perdagangannya yang sah, dan diperkirakan akan berdampak terhadap praktik perdagangan di antara perekonomian-perekonomian besar di masa depan.
IRA mengandung klausul diskriminatif yang hanya memberikan subsidi untuk proyek energi bersih yang menggunakan baja dan besi dalam negeri AS, serta produk-produk lainnya.
Ini merupakan proteksionisme klasik, mengabaikan tren globalisasi dan membawa perkembangan ekonomi ke kemunduran. Hal ini juga mengungkap upaya AS untuk memprioritaskan kepentingannya sendiri di atas aturan internasional.
AS merupakan salah satu pendiri dan penerima manfaat dari sistem perdagangan multilateral, tetapi berangsur-angsur berubah menjadi pengacau terbesar sistem tersebut. Negara itu kerap menggunakan kebijakan perdagangan sepihak, memanfaatkan tarif sebagai senjata, dan menyalahgunakan kebijakan subsidi untuk melindungi industri dalam negerinya, sembari mengabaikan kewajibannya sebagai anggota WTO.
Dalam kasus IRA, AS berusaha menghindari tanggung jawabnya dengan mengutip alasan seperti melindungi moral publik AS, yang dengan tepat ditolak oleh panel WTO setelah penyelidikan mendalam. Hal ini sepenuhnya menunjukkan bahwa unilateralisme, yang bertentangan dengan kepentingan bersama komunitas internasional, tidak dapat lolos dari batasan aturan internasional.
Putusan WTO memiliki arti penting dalam upaya untuk menjaga tatanan perdagangan global. Putusan ini menunjukkan bahwa mekanisme perdagangan multilateral masih memiliki vitalitas dan kredibilitas, serta memberikan sinyal kepada dunia bahwa setiap upaya untuk menggunakan kekuatan guna mengabaikan aturan internasional pada akhirnya akan gagal.
Ketika ekonomi global menghadapi ketidakpastian dan sistem perdagangan multilateral menghadapi tantangan baru, putusan ini menggarisbawahi peran penting multilateralisme dalam meredam gangguan terhadap stabilitas rantai pasokan dan industri global.
AS telah berulang kali melakukan tindakan yang menghalangi pengoperasian sistem penyelesaian sengketa WTO, seperti menghalangi penunjukan anggota baru ke Badan Banding (Appellate Body) WTO. Mengabaikan aturan dan menghindari tanggung jawab hanya akan merusak kredibilitas dan kepentingannya sendiri. AS seharusnya menerima putusan tersebut dan dengan sungguh-sungguh mengoreksi praktik-praktik yang keliru.
Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu menjadi pendukung teguh aturan WTO dan penjaga tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang setia. Keputusan China untuk menggunakan mekanisme penyelesaian sengketa WTO mencerminkan kepatuhannya terhadap prinsip hukum dan komitmennya terhadap multilateralisme.
Diharapkan bahwa semua negara bekerja sama untuk menjunjung tinggi otoritas sistem perdagangan multilateral, menentang unilateralisme dan proteksionisme perdagangan, serta mendorong perkembangan perdagangan global yang stabil dan sehat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)