Eskalasi AS–Venezuela Picu Kewaspadaan Pengusaha RI terhadap Ekspor

4 weeks ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Eskalasi AS–Venezuela Picu Kewaspadaan Pengusaha RI terhadap Ekspor Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal USS Iwo Jima.(Truth Social @realDonaldTrump)

ESKALASI ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela secara langsung memicu kewaspadaan pengusaha Indonesia terhadap kinerja ekspor nasional. Ini mengingat pertumbuhan ekspor Indonesia ke Venezuela dalam dua tahun terakhir tergolong tinggi dan sangat bergantung pada stabilitas ekonomi serta daya beli di negara tersebut.

“Ketegangan geopolitik berpotensi menahan laju ekspor Indonesia ke Venezuela," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani kepada Media Indonesia, Senin (5/1).

Berdasarkan data perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia–Venezuela pada 2024 tercatat sekitar US$69,2 juta atau sekitar Rp1,16 triliun (asumsi kurs Rp16.744). Kinerja tersebut menunjukkan tren pertumbuhan positif selama periode 2020–2024 dengan mencapai 25,4%. Memasuki periode Januari–Oktober 2025, nilai perdagangan meningkat menjadi US$82,7 juta atau sekitar Rp1,38 triliun, tumbuh 44,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan ekspor Indonesia ke Venezuela, yang meningkat dari US$27,7 juta pada 2023 atau sebesar Rp463,81 miliar, menjadi US$48,8 juta atau Rp817,11 miliar pada 2024, atau tumbuh sekitar 76%. Ekspor kembali melonjak pada periode Januari–Oktober 2025 menjadi US$68,7 juta atau senilai Rp1,15 triliun, naik 80,25% secara tahunan.

Shinta menjelaskan, komoditas ekspor utama Indonesia ke Venezuela didominasi oleh produk manufaktur dan barang konsumsi, antara lain sabun dan preparat pembersih, kendaraan dan bagiannya, serat stapel buatan, pakaian jadi non-rajutan, serta kertas dan karton.

Dari sisi impor, terdapat risiko sektoral tertentu, khususnya pada komoditas kakao. Meski nilainya relatif kecil secara agregat, risiko tersebut tetap perlu dimitigasi oleh pelaku usaha melalui diversifikasi sumber pasokan. Secara keseluruhan, nilai impor Indonesia dari Venezuela tergolong terbatas, yakni sekitar US$20,3 juta atau Rp339,90 miliar pada 2024, dan menurun menjadi US$14,0 juta atau Rp234,42 miliar pada periode Januari–Oktober 2025.

Impor tersebut terutama berupa kakao atau cokelat serta sayuran, dengan kontribusi yang sangat kecil terhadap kebutuhan nasional. Dengan struktur perdagangan seperti ini, neraca perdagangan Indonesia–Venezuela justru mencatat surplus yang terus meningkat, dari US$7,3 juta atau sekitar Rp122,23 miliar,pada 2023, naik menjadi US$28,5 juta atau Rp477,20 miliar pada 2024, dan melonjak menjadi US$54,7 juta,atau setara Rp915,90 miliar pada periode Januari–Oktober 2025.

“Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela memang perlu dicermati secara serius, namun juga harus ditempatkan secara proporsional,” tegas Shinta.

Kendati demikian, pihaknya menerangkan, posisi Venezuela dalam peta ekspor Indonesia masih tergolong minor. Pada 2024, Venezuela berada di peringkat ke-108 dari 201 negara tujuan ekspor Indonesia, dengan pangsa sekitar 0,02% dari total ekspor nasional. Di kawasan Amerika Latin dan Karibia, Venezuela menempati peringkat ke-17 dari sekitar 33 negara, atau hanya mewakili sekitar 1,6% dari total ekspor Indonesia ke kawasan tersebut.

“Data ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekspor ke Venezuela cukup tinggi, kontribusinya terhadap kinerja ekspor nasional secara keseluruhan masih sangat terbatas,” imbuhnya.

Selain dampak langsung terhadap perdagangan bilateral, dunia usaha juga mencermati potensi risiko tidak langsung melalui sentimen global. Eskalasi geopolitik dinilai berpotensi memperburuk ketidakpastian global, meningkatkan volatilitas harga energi dan komoditas, serta memengaruhi biaya logistik, pembiayaan, dan transaksi internasional.

Dalam konteks energi, dunia usaha juga mewaspadai potensi dampak lanjutan terhadap harga energi dan biaya produksi. Apabila kondisi tersebut berlangsung berkepanjangan, hal ini dapat memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.

“Ini dapat memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat, sehingga stabilitas makroekonomi dan koordinasi kebijakan menjadi kunci,” kata Shinta.

Dalam menghadapi situasi tersebut, dunia usaha terus mendorong langkah-langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi pasar ekspor dan sumber impor, penguatan manajemen risiko rantai pasok, serta peningkatan efisiensi dan daya saing industri domestik. 

Apindo juga berharap pemerintah terus menjaga stabilitas makroekonomi, kelancaran sistem pembayaran internasional, serta memperkuat diplomasi ekonomi agar kepentingan perdagangan dan investasi Indonesia tetap terlindungi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Secara keseluruhan, Shinta menilai meskipun ketegangan AS–Venezuela perlu diwaspadai, eksposur langsung Indonesia saat ini masih relatif terbatas. 

"Risiko yang ada dinilai masih dapat dikelola melalui koordinasi kebijakan yang baik serta kesiapan dunia usaha," tegasnya. 

Ke depan, dunia usaha akan terus mencermati dan memonitor perkembangan serta eskalasi geopolitik global, dengan harapan dinamika yang terjadi tidak semakin menambah ketidakpastian dan volatilitas perekonomian global yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja dunia usaha di Indonesia. (Ins/I-1)

Read Entire Article