Dunia yang Lebih Luas dari Pagar Sekolah

11 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Suasana belajar di sekolah kedua. Foto: Dokumentasi Pribadi

Bel tanda masuk sekolah ketiga itu berbunyi dengan nada yang berbeda. Namun di telinga, suaranya terdengar sama, seperti lonceng dimulainya sebuah babak penyiksaan yang halus.

Ada pintu kelas baru di depan sana, wajah-wajah asing, dan lingkaran pertemanan yang sudah solid serta harus ditembus. Napas panjang ditarik, senyum paling ramah dipasang meski sebenarnya cadangan energi itu sudah terkuras habis di dua sekolah sebelumnya.

Hari itu, sebuah peran harus dimainkan. Bukan sebagai diri yang asli, melainkan sebagai aktor yang berjuang keras agar tidak tenggelam dalam kepasifan dan kesunyian.

Akar yang Tercabut di Tengah Kenyamanan

Ilustrasi kursi dan meja sekolah. Foto: Shutterstock

Kepindahan ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan konsekuensi dari tugas orang tua yang menuntut mobilitas tinggi. Di sekolah pertama, dunia terasa begitu utuh. Masih segar dalam ingatan bagaimana setiap malam dihabiskan dengan bermain game bersama teman-teman melalui video call.

Tak ada hari yang absen tanpa suara tawa di balik layar ponsel. Namun, seiring dengan kepindahan, frekuensi itu perlahan memudar hingga akhirnya benar-benar sunyi. Ritual itu hilang, meninggalkan ruang hampa yang sulit diisi kembali.

Memasuki sekolah kedua, sempat muncul rasa ragu dan takut. Namun, takdir membawa pada sebuah circle pertemanan yang luar biasa. Di sana, rasa luwes itu ditemukan. Tak perlu berpura-pura, tak perlu menjaga citra. Kehangatan sekolah kedua sempat membuat diri lupa bahwa status sebagai pengembara belum benar-benar berakhir.

Ilustrasi sekolah. Foto: Toto Santiko Budi/Shutterstock

Ada keyakinan bahwa perjalanan telah sampai di tujuan akhir, sebelum akhirnya keadaan harus memaksa untuk meninggalkan sekolah kedua. Musnah sudah fondasi yang sudah dibuat dan harus mengulang dari awal lagi.

Topeng Ramah yang Menguras Energi

Memasuki gerbang sekolah ketiga, kejenuhan emosional berada di titik nadir. Menjadi murid baru untuk ketiga kalinya dalam waktu singkat adalah sebuah kerja keras yang sunyi. Ada kesadaran pahit bahwa menjadi pendiam adalah resep instan menuju pengasingan. Maka, mesin sosial dipaksa bekerja lembur.

Menyapa orang-orang yang belum dikenal dengan nada riang, melemparkan pertanyaan basa-basi, hingga mencoba masuk ke dalam percakapan yang sudah memiliki "bahasa kalbu" sendiri. Semua itu dilakukan dengan satu tujuan, yaitu agar segera memiliki tempat.

kembali lagi menjadi anak baru untuk yang ketiga kalinya. Foto: Dokumentasi pribadi

Namun, di balik tawa yang dibagikan pada teman-teman baru, ada energi yang terkuras habis. Setiap langkah menuju rumah di sore hari selalu diiringi rasa lelah dan ingin menanggalkan topeng si anak aktif yang dipakai sejak pagi.

Dunia yang Ternyata Lebih Luas

Namun, di balik lelahnya pengulangan ini, sebuah perspektif baru mulai tumbuh. Jika kepindahan itu tidak pernah terjadi, mungkin pandangan tentang dunia hanya akan sebatas pagar sekolah pertama.

Meski menyakitkan, perpindahan yang bertubi-tubi justru membuka mata bahwa dunia ini ternyata sangat luas, beragam, dan dinamis. Ada pelajaran mahal tentang bagaimana tidak ada yang benar-benar permanen dan kemampuan untuk beradaptasi adalah satu-satunya senjata yang akan selalu dibawa ke mana pun.

Ilustrasi pendidikan di Indonesia. Foto: Kemendikbudristek