Dolar AS Terbang, Bos Pengembang Ketakutan karena Ini

3 weeks ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali memicu kekhawatiran di sektor properti. Nilai tukar yang sempat menembus Rp16.860 per dolar AS dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga material bangunan, terutama yang masih bergantung pada impor. Kondisi ini membuat pengembang memilih bersikap hati-hati sambil berharap volatilitas kurs tidak berlangsung lama.

"Kenaikan US Dollar sampai tembus angka Rp16.860, tentunya secara otomatis ini akan naik ya harga-harga material. Namun jika segera terkoreksi, cenderung turun, tentunya bahan material itu tidak serta merta langsung naik," kata Ketua Umum Asprumnas (Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional) M. Syawali Pratna kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/1/2026).

Pergerakan kurs masih sangat menentukan arah harga bahan baku ke depan. Pasar material biasanya tidak langsung bereaksi selama fluktuasi masih bersifat sementara. Karena itu, stabilisasi nilai tukar diharapkan agar tekanan biaya tidak berlanjut ke harga rumah.

"Ya mudah-mudahan pemerintah pusat care terhadap kenaikan ini karena bisa menjadi suatu momok bagi kita, namun ini merupakan bagian kerja keras para pihak stakeholder untuk berusaha menjaga kenaikan ini agar bisa cenderung dikoreksi," bebernya.

Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.Foto: Muhammad Luthfi Rahman
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pengembang memilih menahan diri. Langkah ini diambil agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan, apalagi sektor properti masih dalam fase pemulihan. Pengembang berharap koreksi nilai tukar bisa segera terjadi sebelum biaya produksi benar-benar melonjak.

"Saya rasa para pengembang lebih menahan diri untuk tidak menaikkan harga sementara sebagai dampak terhadap bahan baku ini. Karena memang bahan baku ini kan sebenarnya pemerintah pusat sudah menginisiasi untuk membantu memberi stimulus bantuan berupa pinjaman KUR material, namun ini hanya sebatas untuk rumah subsidi saja, kalau rumah komersial itu belum," kata Syawali.

Namun demikian, Syawali menilai dukungan pemerintah masih perlu diperluas. Saat ini, stimulus seperti KUR material baru menyentuh segmen rumah subsidi, sementara rumah komersial belum mendapatkan perlindungan serupa. Padahal, segmen ini juga terdampak langsung oleh fluktuasi kurs dan kenaikan biaya konstruksi.

"Ya mudah-mudahan kita akan usulan ke pemerintah apa yang disebut dengan MBT, Masyarakat Berpenghasilan Tengah atau Tanggung, ini segera juga pemerintah bisa turun tangan menangani banyak hal, termasuk material, ya harga tukang, harga kenek tukang, termasuk harga jual dari perumahan tersebut," ujar Syawali.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article