Dampak Banjir Informasi, Saatnya Literasi Jadi Kebiasaan Hidup dan Bukan Sekadar Jargon

2 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dalam sepekan terakhir, lini masa kembali memberi pelajaran yang pahit sekaligus jujur publik bergerak lebih cepat dari pikirannya sendiri.

Praktisi bigdata analis, Azis Subekti menjabarkan, kabar tentang listrik dan ATM akan mati selama tujuh hariberedar luas tanpa sumber, tanpa otoritas, tanpa pijakan teknis yang masuk akal.

Namun ia cukup untuk menggetarkan banyak orang—grup keluarga riuh, antrean penarikan tunai mengular, dan rasa cemas menyebar lebih cepat daripada klarifikasi.

“Faktanya sederhana yaitu tidak ada pengumuman resmi, tidak ada institusi negara yang membenarkan isu itu. Yang bekerja bukan kebenaran, melainkan ketakutan,” kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (1/2/2026).

Pada saat yang hampir bersamaan, kata dia, lini masa lain dipenuhi video ringan tentang tarian di sebuah pesta pernikahan yang menembus puluhan juta tontonan. Tak berbahaya, bahkan menghibur.

Namun, kata dia, dua peristiwa yang tampak berlawanan ini sesungguhnya bertemu di satu titik yaitu algoritma yang memberi panggung utama pada emosi.

“Takut, marah, terharu, atau tertawa—semuanya diperlakukan setara selama mampu membuat orang berhenti berpikir dan terus menggulir layar,” tutur anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Dalam sepekan itu, kata Azis, kita melihat pola yang kian mengeras di ruang digital: informasi dinilai bukan dari kebenarannya, melainkan dari keramaiannya.

Pertanyaan “benar atau tidak” kalah cepat dari “sudah viral atau belum”. Di sinilah kerentanan publik bermula. Emosi menjadi pintu masuk utama, sementara literasi tertinggal di belakang. “Ketika rasa takut dipantik, nalar menyusut. Ketika empati disentuh, kehati-hatian sering ditinggalkan,” ujar dia.

Dia mengatakan, bahaya sesungguhnya tidak berhenti pada kepanikan sesaat. Hoaks yang dibiarkan beredar membentuk kebiasaan kolektif yaitu bereaksi dulu, berpikir belakangan.

Read Entire Article