BANJIR bandang dan longsor yang menerjang Sumatera Utara mengakibatkan jalan dan jembatan rusak. Akibatnya distribusi logistik bantuan tak bisa cepat sampai tujuan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau Baguna PDIP terpaksa mengalihkan pengangkutan logistik dari truk dengan moda angkutan yang lebih kecil.
Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara Mangapul Purba yang ikut mengawal bantuan, logistik terpaksa mereka turunkan bukan pada titik lokasi terdampak bencana banjir. "Bantuan logistik tidak bisa dikirim menggunakan truk," kata Mangapul di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada Selasa, 2 Desember 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dia menuturkan, berdasarkan hasil pemetaan dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah kabupaten Humbang Hasundutan, akses jalan menuju Tapanuli Tengah sudah dapat dilalui melalui wilayah Barus.
Namun, kata dia, akses tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan kecil dengan total berat muatan sekitar 3-4 ton. "Sementara truk yang mengangkut logistik memiliki berat total 18 ton," ujar Mangapul.
Dia mengklaim, kendati bantuan logistik dialihkan dengan kendaraan yang lebih kecil. Hal tersebut tak akan mempengaruhi tujuan awal, yakni menyalurkan langsung bantuan kepada masyarakat terdampak seperti di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta Sibolga.
"Kendala kami hanya pada langkanya ketersediaan BBM untuk mengoperasikan kendaraan," ucap politikus PDIP itu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyebut jika Sumatera Utara menjadi wilayah terdampak paling parah dari wilayah lain di Pulau Sumatera dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor ini
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sumatera Utara per 2 Desember pukul 08.00, tercatat jumlah korban meninggal dunia di Sumatera Utara akibat bencana ini sebanyak 290 jiwa, 614 luka-luka, dan 154 jiwa masih dinyatakan hilang.
"538.792 jiwa mengungsi," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni dalam keterangan tertulis.
Wilayah terdampak di Provinsi Sumatera Utara antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.
.png)
1 month ago
12




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449316/original/083751500_1766053533-WhatsApp_Image_2025-12-18_at_12.34.07.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449307/original/052397500_1766053133-DIANA_ANAKNYA.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389267/original/020740900_1761192591-063_2206116169.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945334/original/053809500_1726489790-Snapinsta.app_459560151_498715659747924_860754851562746927_n_1080.jpg)






