Cara Delta Force AS dan CIA Culik Presiden Venezuela Maduro

4 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melakukan operasi tak terduga, Sabtu lalu. AS menyerang ibu kota Venezuela, Caracas, dan "menculik" Presiden Nicolas Maduro.

Ini terjadi setelah seminggu sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menelepon Maduro secara pribadi, memintanya "pergi". "Anda harus menyerah," kata Trump menyebut percakapan tersebut ke wartawan, sebagaimana dimuat NBC.

Namun keengganan Maduro akhirnya membuat Trump nekat. Hasilnya 3 Januari lalu, Trump tak hanya membombardir Venezuela tapi juga menangkap Maduro dan membawanya ke New York.

Lalu bagaimana caranya? Seperti apa pasukan elit militer Delta Force AS dan CIA bergerak?


Operasi Absolute Resolve

Sebenarnya AS sudah melakukan operasi berbulan-bulan. Mengutip BBC Internasional, awalnya AS membuat sebuah tim kecil dengan mata-mata CIA di dalamnya.

Mata-mata CIA tersebut kemudian menyebar masuk ke pemerintahan dan ring satu sang presiden. Mereka memantau di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan "hewan peliharaannya".

"Kemudian, pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan yang dijuluki 'Operasi Absolute Resolve' diselesaikan," kata seorang pejabat militer AS, dikutip Selasa (6/1/2026).

Ya, operasi itu kemudian disebut sebagai "Operasi Absolute Resolve". Aksi militer ini diyakini sebagai tindakan paling berani di masa pemerintahan kedua Trump itu.

Dilaporkan bagaimana dalam persiapan operasi, pasukan elit berlatih bulan untuk menangkap Maduro. Bahkan sampai menggunakan replika kompleks kepresidenan berdasarkan intelijen yang telah dikumpulkan AS.

Operasi tersebut mirip dengan operasi pasukan AS untuk membunuh Osama bin Laden di 2011. Kala itu mereka berlatih dengan menggunakan model kompleks kediaman Osama di Abbottabad, Pakistan.

Dilaporkan operasi ini sangat rahasia. Tidak ada yang tahu soal ini, termasuk Kongres.

Semua dijaga ketat. Dengan detail yang sangat tepat, operasi hanya menunggu waktu.

"Selama beberapa minggu hingga Natal dan Tahun Baru, para pria dan wanita militer Amerika duduk siap, dengan sabar, menunggu pemicu yang tepat dan presiden memerintahkan kami untuk bertindak," kata Jenderal Dan Caine, perwira militer AS.

2 Jam 20 Menit

Pada Sabtu dini hari, misi selama dua jam dua puluh menit dilakukan. Militer AS melakukan serangan melalui udara, darat, dan laut.

Ledakan keras terdengar di Caracas sekitar pukul 02:00 waktu setempat. Kepulan asap terlihat membubung di atas kota.

Dilaporkan bagaimana 150 pesawat dikerahkan AS sepanjang malam. Termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai.

Helikopter juga terbang di seluruh kota. Video-video menunjukkan bagaimana ledakan terjadi di beberapa titik, saat helikopter itu terbang rendah di aras Caracas.

"Kami terbangun sekitar pukul 01:55 karena deru ledakan dan dengungan pesawat yang terbang di atas Caracas," kata seorang saksi, Daniela.

"Semuanya gelap gulita, hanya diterangi oleh kilatan ledakan di dekatnya."

Setidaknya ada lima lokasi yang diserang AS. Pelabuhan La Guaira, Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda, lapangan terbang yang dikenal sebagai La Carlota dan Pelabuhan La Guaira, Bandara Higuerote dan Antenas El Vocan.

"Beberapa serangan AS menargetkan sistem pertahanan udara dan target militer lainnya," kata para pejabat.

Trump sendiri mengisyaratkan bahwa AS memutus aliran listrik di Caracas sebelum misi dimulai. Meskipun ia tidak menjelaskan bagaimana caranya.

"Lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki," katanya.

"Gelap dan mematikan."

Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Adam Gray)Foto: Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Adam Gray)
Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Adam Gray)

"Penculikan" Maduro

Penangkapan Maduro sendiri dilakukan unit elit, Delta Force. Beberapa sumber mengatakan ini adalah satuan misi khusus terbaik militer AS.

Mengutip CBS, mereka bersenjata lengkap dan membawa obor las, untuk memotong pintu logam rumah persembunyian Maduro. Pasukan tiba di lokasi Maduro tak lama setelah serangan dimulai pukul 02:01 waktu setempat.

Trump menggambarkan rumah persembunyian itu sebagai "benteng" militer di jantung Caracas. Menurutnya, Maduro sendiri sudah tahu kedatangan militer AS.

Pasukan AS tersebut mendapat tembakan saat tiba. Bahkan salah satu helikopter AS terkena tembakan tetapi masih bisa terbang.

"Pasukan penangkapan turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan cepat, tepat, dan disiplin," kata Jenderal Caine.

"Mereka langsung masuk, dan mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak bisa ditembus, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini," kata Trump.

Dikatakan pula Maduro sebenarnya mencoba melarikan diri. Namun upaya itu gagal.

"Dia mencoba untuk pergi ke tempat yang aman, yang ternyata tidak aman, karena kami akan meledakkan pintunya dalam waktu sekitar 47 detik," kata Trump.

"Dia sampai di pintu. Dia tidak dapat menutupnya. Dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak masuk ke (ruangan) itu," tambahnya

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article