Analis sebut perlu mitigasi persepsi pasar atas masuknya Thomas ke BI

1 week ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Analis Ekonomi Politik Kusfiardi memandang Bank Indonesia (BI) perlu memitigasi risiko persepsi pasar atas terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI yang baru melalui berbagai langkah konkret dan terukur.

Meski respons pasar dalam jangka sangat pendek relatif stabil pascapengumuman terpilihnya Deputi Gubernur BI, ia mengingatkan bahwa masuknya Thomas ke BI bisa saja memunculkan sentimen negatif yang dapat memicu volatilitas jangka menengah.

Ketika jarak institusional antara bank sentral dan kekuasaan eksekutif dipersepsikan menyempit, menurut Kusfiardi, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, respons pasar tidak selalu hadir dalam bentuk gejolak instan, melainkan sebagai isu tak berarah yang dapat memicu volatilitas jangka menengah, baik melalui tekanan nilai tukar, kenaikan premi risiko surat utang negara, maupun perubahan arah arus modal asing.

Dalam konteks itu, kata Kusfiardi menjelaskan, risiko dominasi fiskal tidak selalu hadir sebagai kebijakan eksplisit, melainkan sebagai ekspektasi pasar yang terbentuk dari sinyal politik dan kedekatan institusional.

“Bahkan ketika independensi BI secara hukum tetap terjaga, melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 dan mekanisme kolektif Rapat Dewan Gubernur (RDG), persepsi negatif yang dibiarkan tumbuh dapat menimbulkan biaya kredibilitas yang mahal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa risiko itu menjadi semakin relevan apabila stabilisasi jangka pendek bergantung pada intervensi agresif di pasar valas yang berpotensi menggerus cadangan devisa. Per akhir Desember 2025, cadangan devisa berada di kisaran 156 miliar dolar AS.

“Oleh karena itu, pengangkatan ini seharusnya dipahami bukan sebagai penutup polemik, melainkan sebagai awal pengujian kredibilitas institusional Bank Indonesia,” ujar Kusfiardi.

Langkah yang perlu dilakukan bank sentral untuk memitigasi risiko salah satunya melalui komunikasi kebijakan yang transparan dan konsisten.

Dalam hal itu, Gubernur BI dan Deputi Gubernur yang baru perlu menyampaikan forward guidance yang jelas dan berbasis data, dengan penekanan bahwa sinergi fiskal-moneter tidak mengorbankan independensi operasional dan instrumen moneter Bank Indonesia.

Langkah selanjutnya, menurut dia, diperlukan pembuktian melalui kinerja awal yang disiplin. Sikap kebijakan yang prudent, termasuk respons tegas terhadap risiko inflasi, stabilisasi nilai tukar yang terukur, serta publikasi rutin indikator kunci seperti inflasi inti dan cadangan devisa, akan menjadi ujian nyata dalam 3-6 bulan pertama untuk membentuk ulang persepsi pasar.

Selain itu, BI juga diharapkan memperkuat tata kelola dan transparansi kelembagaan.

Kusfiardi memandang bahwa peningkatan kualitas publikasi notulen Rapat Dewan Gubernur (RDG), penguatan Chinese walls antara kebijakan fiskal dan moneter, serta keterbukaan terhadap evaluasi eksternal independen merupakan sinyal penting bagi pasar bahwa independensi BI tidak hanya normatif, tetapi operasional.

Pemerintah juga perlu menghindari narasi “sinkronisasi total” yang berlebihan, dan secara konsisten menegaskan independensi BI sebagai pilar stabilitas makroekonomi, katanya menambahkan.

Di sisi lain, DPR dapat menjalankan fungsi pengawasan pasca-pengangkatan berbasis indikator kinerja moneter dan stabilitas sistem keuangan, bukan preferensi atau kalkulasi politik jangka pendek.

Dalam hal manajemen sentimen dan respons cepat, Kusfiardi mencatat bahwa pemantauan aktif terhadap sentimen investor dan narasi media perlu diikuti dengan respons berbasis data dan fakta, guna mencegah rumor berkembang menjadi ketidakpastian yang merugikan.

Ia mengingatkan, pengangkatan Deputi Gubernur BI kali ini menempatkan BI di bawah sorotan yang lebih tajam. Hal itu bukan karena individu semata, melainkan karena konteks institusional dan tantangan global yang sedang dihadapi.

“Dengan aksi kebijakan yang konsisten dan komunikasi yang kredibel, persepsi negatif dapat diredam. Namun tanpa itu, ‘bola liar’ persepsi pasar berpotensi berubah menjadi tekanan nyata bagi stabilitas ekonomi nasional,” kata Kusfiardi.

Oleh sebab itu, menurut dia, pengawasan publik, media, akademisi dan pelaku pasar menjadi elemen penting untuk memastikan bahwa independensi BI tetap terjaga sebagai benteng terakhir stabilitas makroekonomi Indonesia.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article